Rabu, 07 Oktober 2015

Gus Mus - Syair Kedamaian


KEDAMAIAN
-------------------
Terjemahan Kasidah Penyair Tunisia, Anis Chouchane
oleh : KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
------------------------------------------------------------------
salam kedamaian bagi kalian
salam kedamaian bagi kami
salam kedamaian kepada kalian
salam kedamaian kepada kami
salam kedamaian bagi mereka yang menjawab salam
salam kedamaian bahkan bagi mereka yang tak menjawab salam
kedamaian atas nama tuhannya kedamaian
tuhan segenap hamba
Allah tempat semua bersandar
kedamaian dimana kita dibesarkan
kedamaian yang diuli di tanah negeri ini
kedamaian dimana kita belum juga menetap di dalamnya
kedamaian yang tak kunjung menetap di dalam diri kita
kedamaian yang kita perhatikan mengemasi kopornya
untuk pelan-pelan meninggalkan tanahair kita
dan tempatnya digantikan oleh ketundukan dan kepasrahan
berislam tanpa islam di dalamnya
seolah-olah islamnya leluhur kita tak lagi ada artinya
tahukah kalian mengapa kedamaian meninggalkan kita?
tahukah kalian mengapa kegelapan menyelimuti kita?
sederhana saja; karena kita masyarakat yang selalu takut
kita adalah masyarakat yang selalu takut pada perbedaan
ucapan-ucapanku tak akan menyenangkan sebagian dari kalian
atau sebagian besar dari kalian
atau semua kalian. aku tahu.
tapi aku tetap akan mengatakannya
karena aku menolak menjadi bagian dari domba-domba
kita adalah masyarakat yang menolak mengakui
sebagai masyarakat yang masih hidup terbelakang
kita adalah masyarakat yang suka berteriak tanpa malu
dan mengaku sebagai pembawa pemikiran yang berbeda
kita adalah masyarakat yang suka membualkan kekosongan
dan mengaku sebagai masyarakat berbudaya
Huh, memuakkan sekali!
penerimaan terhadap perbedaan bagi kita
hanyalah kulit belaka
perbedaan warna saja mengusik kita
perbedaan corak mengusik kita
perbedaan pemikiran mengusik kita
perbedaan agama mengusik kita
bahkan perbedaan jenis kelamin pun mengusik kita
karena itu kita selalu berusaha melibas perbedaan yang ada pada kita
kita pun berubah menjadi racun dan malapetaka bagi sebagian kita
kita adalah masyarakat yang lebih dungu dari kedunguan
ya, kita masyarakat yang lebih dungu dari kedunguan itu sendiri
kita bertengkar soal-soal sepele, remeh-temeh, dan takhayul
dan selamanya menolak menyelam di kedalaman berpikir
aku tidak mengecualikan seorang pun
tidak kalangan sipil, tidak kalangan politisi, tidak mereka
yang menyerah pada ketololan diam
tidak mereka yang membebek barat bagai orang buta
tidak mereka yang ingin mengembalikan kejayaan
kekhilafahan, perbudakan, dan potong kaki silang
marilah kita sekarang mencoba menyelam dalam diri kita
dalam kedalaman diri kita
marilah kita mencoba memeluk jiwa-jiwa kita
marilah kita mencoba memeluk dalam jiwa-jiwa kita
perbedaan-perbedaan kita.
nah, inilah aku di depan kalian
dengan warna kulitku
dengan rambutku
dengan syairku
dengan gayaku
dengan pikiran-pikiranku
aku tidak takut kepada kalian
aku tidak takut perbedaan kalian mengenai diriku
karena aku bagian dari kalian
dan kalian bagian dariku
marilah kita mencipta seni
marilah kita menyelam ke dalam imajinasi
untuk melabuhkan kebudayaan tanpa kebebalan
agar kemajuan di wilayah kita
merupakan kekhilafahan tertinggi
marilah kita cairkan perbedaan budaya
etnis, kelompok-kelompok, pemikiran-pemikiran
warna-warna dan agama-agama
dan kita tidak melihat kecuali
m a n u s i a .

sumber : fb Gus Mus

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

3 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Harapan dan Semangat Hidup Seorang Manusia
Designed by Blog Thiet Ke and Iip Irfan Nulhakim
Best view on Chrome Browser
Posts RSSComments RSS
Back to top